Jarum
jam menunjukkan jam 6 lebih, sambil
membuka selimut yang membaluti ku “ma, pa kenapa gk bangunin hayatii? Kalau
bangunnya jam segini kan aku jadi telat masuk sekolahnya” kata ku. “kan sudah
ada jam wekernya kenapa harus minta di bangunin” kata mama, mata ku langsung
mengarah ke arah jam weker yang di bilangnya itu, tapi jam tersebut tidak
berfungsi sama sekali alias gk ada baterainya, pantas saja aku bangunnya
kesiangan. Dengan terpaksa karena takut terlambat jadi aku hanya cuci muka, dan
gosok gigi (tanpa mandi).
“kakak gk sarapan? Nanti laper loh, kan kakak
gk bisa di nahan lapar hahaha” kata nuril adek ku, “gk sudah, kakak takut
terlambat. Kakak berangkat sekolah dulu ya dek, ma, pa” sambil mengucapkan
salam dan bersalaman dengan kedua orangtua ku. Aku sangat terburu-terburu jam
menunjukkan setengah 7 sedangkan bel berbunyi jm7 kurang.
Saat
aku tiba di gerbang sekolah, aku mengeluskan dada karena aku tidak terlambat dan
aku berlari menuju tangga GUBRAAAKK!!! Aku terjatuh saat aku menaiki tangga di
sekoah menuju kelas ku. “lain kali hati-hati” seorang pria bertubuh tegak, dan
terlihat tampan itu berkata, dengan nada terbata-bata karena tadi habis berlari
lari agar tidak terlambat “ii iiya tterima kkkasihh”
Bel masuk berbunyi
TTRRRIINNNGGGGGGG! Di saat pelajaran di mulai, entah mengapa aku tidak konsen
untuk menerima pelajaran tersebut padahal hari ini adalah pelajaran favorit ku,
dan pikiran ku hanya tertuju pada seorang pria itu tadi.
Jam istirahat berbunyi.
“hayati, fitri ikut aku ayok ke kantin, tadikan kamu bilang kalau kamu belum
sarapan” kata Lia teman sebangku ku, yang sangat polos. “iya aku juga ingin
pergi ke kantin, kali aja aku ketemu Roy sang pujaan hati” fitri menjawabnya,
dia memang mempunyai pacar yang bernama Roy Ibrohim. Tak berapa lama kita sudah
sampai di kantin, seperti biasa aku dan lia mencari makanan, dan fitri berpisah
karena harus bertemu dengan roy. Memangnya gk ada waktu buwat
sahabat-sahabatnya ya?
Saat aku membeli
minuman, dan aku berbalik ke belakang dann ahhhh segelas minuman tumpah ke baju
pria itu “eh kamu lagi, lain kali hati hati ya berapa kali aku bilang
HATI-HATI” lelaki itu lagi
“ii
ya maaf kan aku, aku tidak sengaja”
“gk punya mata yaa”
Salah satu dari teman pria itu “udah, hanya masalah
seperti ini kok di besar besarin lagian kamu juga jack dia kan udah minta maaf”
_________
Bel
pulang sekolah berbunyi, saat di gerbang aku berpapasan dengan salah sau teman
seorang pria yg memarahiku tadi di kantin, percakapan pun dimulai.
“hey, kamu hayati kan?” katanya
“iya, dari mana kamu tau nama ku?”
“gk perlu tau aku tau nama mu dari
siapa, mau pulang bareng”
“eee boleh, tapi aku lagi mau pergi ke
rumah makan, aku lapar”
“tidak apa-apa aku temenin”
“oh iya nama mu siapa?”
“nama ku ludfi”
Kaki terus
berjalan menuju rumah makan, sampai-sampai tidak terasa kita sudah sampai.
Makan
pun selesai, dan aku memulai percakapan kembali “lud, teman mu itu yg tadi di
kantin, itu siapa?”
“oh, itu jacka ketua osis kenapa suka
ya?”
“enggak kok, aku gk suka oh iya
sepertinya aku pernah melihat mu tapi kapan ya?”
“oh ya?” katanya, “sepertinya sih gitu,
tapi gk tau kapan aku lupa” sambil menggaruk-garuk kepala ku. Tiba tiba dia
meminta no hp ku, iya aku kasih saja karena sudah aku anggap sebagai teman baik
ku.
Malam harinya aku tidak bisa tidur dengan
nyenyak, dalam hati selalu berkata “sebenarnya cowok yang tadi menabrak ku itu
siapa ya? Baru ketemu kenapa dia bisa buat aku kepo maksimal seperti ini?” tiba
tiba aku tersadar, ngapain aku mikirin orang itu dia kan galak, nyebelin lagi
sudah laa lupakan!.
0 komentar:
Posting Komentar